• Rabu, 21 September 2011

      GRAFIS DALAM DUNIA PENDIDIKAN

      GRAFIS DALAM DUNIA PENDIDIKAN
      Dalam dunia pendidikan grafis merupakan media yang tidak asing lagi, istilahnya seringkali dikaitkan dengan gambar dan dikategorikan sebagai bahan komunikasi visual. Penggunaan bahan-bahan visual seperti bambar-bambar, foto, film, televisi, transparansi, bagan, diagram, ilustrasi teks, animasi, pembelajaran berbantuan komputer, dan sebagainya.

      Penggunaan bahan-bahan visual dalam beberapa studi secara empiris terbukti meningkatkan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Namun dalam beberapa kasus tidak selamanya penggunaan bahan-bahan visual dalam pengajaran dengan tujuan spesifik selalu lebih efektif dari pengajaran tanpa menggunakan bahan-bahan visual. Hasil-hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan bahan-bahan visual untuk melengkapai pengajaran biasa (oral/print intruction) menunjukkan berbagai tingkatan efektivitas yang berbeda dalam situasi yang berbeda-beda.
      Pemanfaatan grafis dalam pendidikan ditujukan sebagai media yang dapat membantu efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. mata dijadikan patokan utama dalam menyaksikan dan mengembangkan aspek-aspek pesan yang terdapat didalamnya. Grafis biasanya dibuat dengan mudah dan termasuk media yang murah ditinjau dari segi pembiayaan. Beberapa jenis media grafis itu adalah foto atau gambar, sketsa, poster, kartun dan sebagainya.
      Grafis sebagai sebuah ilustrasi visual mampu memuat pesan-pesan pembelajaran yang dapat memberikan sejumlah rangsangan atau stimuli dengan kekuatan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dalam konsep pembelajaran visual adalah dalam bentuk gambar, model, benda atau alat-alat yang memberikan pengalaman visual yang nyata kepada individu yang belajar. Media visual itu bertujuan untuk:
      1. Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas pengertian atau konsep yang abstrak .
      2. Mengembangkan sikap-sikap yang dikehendaki.
      3. Mendorong kegiatan si pebelajar lebih lanjut.
      Dari tujuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran visual akan membawa hal-hal yang abstrak kearah dan sajian pembelajaran yang konkrit, dan senantiasa dapat digunakan hingga sekarang. Di samping itu gerakan pembelajaran visual memperkenalkan dua macam konsep pemikiran lainnya yang masih dipakai, yaitu: pertama, pentingnya pengelompokan jenis-jenis media visual yang dipakai dalam kegiatan intruksional. Kedua, perlunya pengintegrasian bahan-bahan visual ke dalam kurikulum sehingga penggunaannya tidak terpisahkan (integrated teaching materials).
      Komunikasi atau Media visual yang paling umum dipakai adalah gambar/foto. Gambar adalah bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana. Oleh karena itu, pepatah Cina mengatakan bahwa sebuah gambar berbicara lebih banyak dari pada seribu kata. Menyaksikan sebuah gambar/foto akan membuat banyak gagasan dan cerita yang disampaikan. Setelah menjelaskan/menceritakan yang satu, masih ada bagian-bagian lain yang belum terceritakan walaupun hanya dari sebuah gambar/foto.
      Gambar/foto merupakan wujud reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi, aktual dan efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realistis. Informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah karena dari hasil yang diragakan lebih mendekati kenyataan melalui foto yang diperlihatkan kepada seseorang, dan hasil yang diterima oleh seseorang itu akan sama. Foto akan mengatasi ruang dan waktu, bentuk dan ukuran. Bagian yang begitu besar dapat dijadikan sederhana atau kecil melalui foto, gunung dan bangungan yang besar akan disampaikan dalam ukuran kecil dalam tampilan visual sebuah foto. Walaupun kecil masih jelas dan menjadi pengingat dalam sebuah peristiwa yang penting. Sesuatu yang terjadi di tempat lain dapat dilihat oleh orang yang berada jauh dari tempat kejadian dalam bentuk (hasil foto) setelah kejadian itu berlalu.
      Beberapa kelebihan komunikasi visual gambar/foto dijelaskan seperti ini.
      1. Sifatnya konkrit; gambar foto lebih relistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
      2. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan tidak selalu bisa anak-anak dibawa ke objek/peristiwa tersebut. Gambar atau foto dapat mengatasi hal tersebut. Air terjun Niagara atau Danau Toba dapat disajikan ke kelas lewat gambar atau foto. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dimasa lampau, kemarin, atau bahkan semenit yang lalu kadang-kadang tak dapat kita lihat seperti apa adanya. Bambar atau foto sangat bermanfaat dalam hal ini.
      3. Media gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang daun yang tak mungkin kita lihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar atau foto.
      4. Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membantu kesalahpahaman.
      5. Foto harganya murah dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.
      Gambar dan foto menjadi media komunikasi visual yang bernilai autentik, sederhana, memiliki ukuran yang relatif. Dalam pembelajaran media ini dapat digunakan dan dikembangkan untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran itu sendiri. Sedangkan kendala dan kelemahannya diupayakan diminimalisir dengan dukungan beberapa komponen pendukung dalam pengambilan gambar/foto dan sebagainya.
      Dalam pandangan Francis M Dwyer dalam buku Strategies for Improving Visual Learning yang dikutip Pujiriyanto menggambarkan bahwa manusia belajar 1 % dilakukan melalui indera perasa (taste), 1,5 % melalui sentuhan (touch), 3,5 % melalui penciuman (smell), 11 % melalui pendengaran (hearing), dan 83 % melalui penglihatan. Manusia umumnya mengingat 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang pernah dilihat, 50% dari apa yang pernah dilihat dan didengar, 70% dari apa yang pernah diperbincangkan dan 90% dari apa yang pernah dilakukannya.
      Selain media visual gambar/foto masih banyak yang lain seperti model, poster, kartun dan sebagainya. Masing-masing memiliki keunggulan dalam menyajikan pesan dalam sebuah visualisasi.

      0 komentar:

      Posting Komentar

      Subscribe To RSS

      Sign up to receive latest news